This is featured post 1 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
This is featured post 2 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
This is featured post 3 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
Kamis, 08 Desember 2011
potensi wisata krui Lam-Bar
Jarak pesisir Krui dari Bandarlampung sekitar 250 km dengan melewati Kota Agung di teluk Semangka. Sedangkan jarak dari Kota Agung ke Krui kurang lebih 150 km. Kalau Anda melakukan perjalanan dengan kendaraan pribadi, pesisir Krui adalah tempat persinggahan yang tepat untuk melepas lelah, setelah menempuh perjalanan kurang lebih 5 jam dari Bandarlampung.
Krui adalah nama sebuah kota kecil di pesisir barat provinsi Lampung, sedangkan pesisir Krui adalah sebutan untuk daerah sepanjang pesisir barat provinsi ini. Sebutan pesisir Krui hanya untuk mempermudah orang mengingat daerah ini karena Krui adalah kota terbesar dan terletak di tengah-tengah daerah, dan karena Krui sudah dikenal sejak lama, jauh sebelum orang mengenal nama-nama lain di sepanjang pesisir ini.
Di provinsi Lampung, Krui dikenal sebagai daerah penghasil damar mata kucing. Damar mata kucing adalah sejenis getah yang dihasilkan oleh pohon damar (shorea javanica). Damar mata kucing ini merupakan sebuah komoditas hasil perkebunan yang unik karena hanya ada di daerah ini, atau karena mutunya yang berbeda dari damar-damar yang ada di daerah lain. Sampai saat ini, krui adalah daerah penghasil damar mata kucing terbesar di Indonesia, bahkan mungkin di dunia.
Dalam dekade terkahir ini, nama Krui mencuat di dunia internasional karena pariwisatanya, khususnya wisata selancar. Khusus wisata selancar ini, Krui sudah banyak diekspos oleh majalah-majalah selancar mancanegara. Diharapkan, dalam waktu yang tidak lama lagi, Krui akan melejit menjadi daerah tujuan wisata selancar utama di Indonesia selain Bali, Lombok, dan kepulauan Mentawai.
Selain wisata selancar, Krui juga menawan untuk tujuan wisata air lainnya seperti berenang, memancing, dan menyelam. Hamparan air laut yang jernih dan bebas polusi di daerah ini menggoda siapa saja untuk terjun ke dalamnya, atau sekedar berjalan menikmati jilatan ombak di tepi pantai.
Jika Anda tidak bisa berselancar, tapi suka melihat orang berselancar, singgahlah di Tanjung setia. Di sana, Anda akan disambut oleh ombak-ombak besar yang seolah tiada henti, jika musim selancar tiba. Menonton orang berselancar sambil duduk-duduk di balai-balai, dibawah pohon yang rindang, adalah kenikmatan tersendiri. Kalau Anda tidak bisa berselancar, Anda bisa berenang di tepian, atau mencoba memancing di terumbu karang, ketika laut surut, bersama penduduk setempat.
Kalau Anda kelelahan dan perlu istirahat semalam, di Tanjung Setia banyak terdapat cottage atau pondok-pondok dengan fasilitas yang lumayan. Sedianya cottage dan pondok-pondok ini untuk para peselancar, jika musim selancar tiba, tapi ketika musim selancar sudah habis, biasanya pondok-pondok ini juga disewakan untuk umum.
jika Anda lebih suka tempat yang agak ramai, Anda bisa singgah di kota Krui, sekitar 22 km dari Tanjung Setia. Di sini Anda bisa menikmati keindahan pantai Labuhan Jukung yang terkenal itu, hanya sekitar 1 km dari pusat kota. Di pantai Labuhan jukung, Anda bisa berenang, memancing, atau menyelam. Jika musim selancar tiba, Anda juga bisa berselancar di sini. Dalam waktu-waktu tertentu, terdapat tanda larangan berenang di beberapa titik di pantai ini, untuk menjaga keselamatan pengunjung.
Sekitar 17 km dari Krui ke arah utara, terdapat sebuah tempat yang tidak kalah elok, yang bernama Tembakak. Berhadapan dengan sebuah pulau kecil yang bernama Pulau Pisang, Tembakak adalah sebuah tempat yang menawan untuk melepas lelah. Tempat ini adalah tempat singgah para pengendara yang melintasi jalur lintas barat Sumatera. Di sini, Anda bisa duduk-duduk di atas batu-batu, sembari menyaksikan ribuan batu-batu besar lain yang berserak di sana sini, yang bergeming diamuk ombak.
Bosan dengan laut, Anda bisa mencoba wisata alam. Hutan damar di Krui adalah sebuah tempat yang menarik untuk dikunjungi. Di sana Anda bisa menyaksikan bagaimana petani setempat ngunduh damar. Ngunduh damar adalah sebuah pemandangan unik bagi yang belum pernah menyaksikannya. Atau, kalau tidak, bercanda dengan monyet-monyet yang berayun-ayun di dahan pohon juga tidak kalah nikmat. Atau anda bisa menikmati sejuknya sungai berbatu yang banyak terdapat di sela-sela hutan damar ini. Mandi di sungai berbatu dengan airnya yang sejuk dan jernih adalah sebuah sensasi tersendiri yang sulit dilukiskan dengan kata-kata.***
potensi wisata krui Lam-Bar
Danau Linow
Danau Linow yang memiliki luas sekitar 34 Ha.Danau Linow Berada di Kelurahan Lahendong kota Tomohon ,Di samping panorama sekitar danau yang elok, danau ini memiliki ciri khas tersendiri. Danau ini berkadar belerang tinggi, sehingga warna air danau yang muncul selalu berubah-ubah. Ia selalu tampil cantik akibat munculnya warna-warni tadi. Pengunjung akan takjub dengan warna yang berubah tatkala meliriknya dari beragam sudut. Kendati demikian, mesti diingat bahwa pengunjung harus hati-hati dengan kubangan lumpur panas mendidih yang berada di tepi danau.Danau yang ‘menyimpan’ warna-warna indah dan selalu berubah-ubah ini berada di wilayah Minahasa, Sulawesi Utara atau lebih tepatnya masuk teritori Kabupaten Tomohon. Danau ini bisa dicapai dengan angkutan umum/mikrolet dari terminal bus di kota terdekat, yakni Kota Tomohon. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan berjalan sekitar 700 meter untuk ke Danau Linow. Peminat wisata alam berupa danau Linow, dapat melihat pesona desa Lahendong yang berada di dekat danau
Di sekitar danau ini terdapat satwa endemik berupa burung blibis dan serangga yang oleh penduduk setempat dinamakan "sayok" atau "komo". Serangga unik yang hidup di air tapi bersayap dan bisa terbang ini menjadi konsumsi penduduk setempat. Kadang-kadang terdengar kicauan burung-burung kecil dan burung putih besar yang melintasi danau.
Wisata Indonesia Surga Dunia
potensi wisata krui Lam-Bar
Danau Gunung Tujuh
Danau Gunung Tujuh merupakan danau kaldera yang terbentuk akibat kegiatan gunung berapi di masa lampau. Pada ketinggian 1.996 m dpl, danau ini merupakan danau tertinggi di Asia Tenggara.Danau ini terletak di Desa Pelompek Kecamatan Kayu Aro dengan jarak ± 56 km dari Sungai Penuh. Untuk menikmati keindahan dan kesejukkan udara Danau Gunung Tujuh pengunjung harus berjalan kaki melewati jalan setapak selama 2-3 jam.Danau ini sering ditutupi kabut dengan suhu rata-rata 17 0C. Luas Danau ± 960 ha dengan panjang berkisar 4,5 km dan lebar 3 km. Danau ini dikelilingi oleh tujuh gunung, yaitu Gunung Hulu Tebo (2.525 meter), Gunung Hulu Sangir (2.330 m), Gunung Madura Besi (2.418 m), Gunung Lumut yang ditumbuhi berbagai jenis lumut (2.350 m), Gunung Selasih (2.230 m), Gunung Jar Panggang (2.469 m), dan Gunung Tujuh (2.735 m).
Danau Gunung Tujuh merupakan danau tertinggi di Asia Tenggara.
Dibalik keindahannya, danau ini menyimpan misteri bagi masyarakat Kerinci.
Danau Gunung Tujuh dikenal sebagai Danau Sakti oleh masyarakat Kerinci. Air danau selalu terlihat bersih bahkan daun-daun pun tidak ditemukan walaupun terdapat banyak pohon tumbang dipinggir danau. Menurut masyarakat sekitar Kejadian-kejadian aneh sering terjadi, seperti perubahan cuaca secara tiba-tiba. Pada saat pembukaan wilayah danau, salah seorang pekerja menceritakan bahwa perahu yang ditumpanginya berputar di tengah danau tanpa penyebab yang jelas. Masyarakat sekitar percaya bahwa Danau Gunung Tujuh dihuni oleh mahkluk halus yang berwujud manusia, bernama “Lbei Sakti” dan “Saleh Sri Menanti” dengan beberapa pengikutnya yang berwujud harimau.
Wisata Indonesia Surga Dunia
potensi wisata krui Lam-Bar
Potensi Air Terjun Way Karang Menjanjikan
| Berdasarkan pantauan, air terjun tersebut meskipun belim sikelola dengan baik untuk dijadikan lokasi wisata dan masih alami akan tetapi, dalam setiap harinya selalu sisatangi pengunjung baik local maupun mancanegara. Sekcam Waykrui, A. Faisol Amirullah mengatakan, keberadaan air terjun di pekon tersebut jika dikelola akan menjadi salahsatu lokasi wisata. Hal tersebut terlihat dari banyaknya wisatawan yang berkunjung ke lokasi tersebut. Dijelaskannya, keberasaan air terju tersebut diminati wisatawan domestic ataupun mancanegara karena selain airnya yang bersih kemudian pemandangan disekelilingnya indah, air terjun tersebut juga memiliki ketinggian diatas 10meter, sehingga gelombang air yang terjun seolah membentuk embun dan indah dipandang mata. Faisol juga menambahkan, jika fasilitas dan transportasi mendukung dipastikan air terjun tersebut dapat mendongkrak PAD Pekon tersebut. Dan dia berharap agar pembangunan sarana, prasarana dan juga transportasi dapat segera direalisasikan. (Ika/Sumber:RADAR LAMBAR) |
Kamis, 10 November 2011
taman pugung raharjo
Taman Purbakala Pugung Raharjo merupakan peninggalan sejarah yang terletak di Desa Pugung Raharjo, Kecamatan Sekampung Udik, Lampung Timur. Situs arkeologi seluas 30 hektar ini merupakan peninggalan zaman Hindu dan Budha. Di taman purbakala ini, terdapat Punden Berundak, Arca, Prasasti, Batu Mayat atau Batu Kandang, Altar Batu, Batu Berlubang, Benteng Parit Primitif sepanjang 1,2 kilometer, dan Dolmen. Selain itu, beberapa keramik peninggalan dinasti Han, Sung, dan Ming masih bisa ditemukan di taman purbakala ini. Untuk mencapai Taman Purbakala Pugung Raharjo, Anda harus menempuh perjalanan 52 kilometer ke arah Timur dari Kota Bandar Lampung. Selama perjalanan, Anda bisa menikmati pemandangan perkebunan karet yang sangat luas.
Taman Purbakala Pugung Raharjo terletak di daerah datar berketinggian 80 meter dan dikelilingi oleh tanggul bekas peninggalan perang zaman dahulu. Selain itu, rimbunnya pohon-pohon membuat suasana di sekitar taman purbakala ini semakin nyaman. Anda bisa berkeliling dengan berjalan kaki melalui jalan setapak yang akan mengantarkan Anda melihat berbagai situs prasejarah ini. Selain itu, Anda dapat menikmati air kolam yang sejuk dari sumber mata air di sebelah timur Taman Purbakala Pugung Raharjo. Konon bila Anda mandi di kolam itu, Anda akan awet muda.

Pada tahun 1957, Taman Purbakala Pugung Raharjo pertama kali ditemukan oleh penduduk secara tidak sengaja. Dahulu, kawasan situs arkeologi Taman Purbakala Pugung Raharjo belum dihuni penduduk. Awalnya penduduk menganggap kawasan hutan itu angker. Hingga akhirnya pada tahun 1954, para transmigran membuka Hutan Pugung untuk dijadikan pemukiman penduduk. Ketika itu, para transmigran menemukan susunan batu besar, gundukan tanah berbentuk persegi, dan arca batu Putri Badhariah. Penemuan situs bersejarah itu kemudian dilaporkan ke Dinas Purbakala Jakarta. Pada tahun 1968 dilakukan penelitian awal yang menyimpulkan bahwa Taman Purbakala Pugung Raharjo merupakan peninggalan zaman megalitik-klasik.
Taman Purbakala Pugung Raharjo menjadi cukup unik karena situs arkeologi semcam ini jarang ditemukan di tempat lain. Di Taman Purbakala Pugung Raharjo, Anda dapat menemukan alat-alat yang digunakan oleh manusia purbakala berupa batu-batu besar. Anda bisa melihat batu tegak atau Menhir, meja batu atau Dolmen, dan kubur batu yang dulunya digunakan oleh manusia purbakala sebagai tempat pemujaan, tempat musyawarah, dan tempat penguburan. Selain itu, benda-benda peninggalan kebudayaan Budha dan Hindu dapat ditemukan di Taman Purbakala Pugung Raharjo, antara lain keramik yang berasal dari Dinasti Han, Sung, dan Ming serta sebuah arca Polynesia yang diperkirakan berasal dari abad ke-6 sampai abad ke-15.
Di Taman Purbakala Pugung Raharjo terdapat dua benteng, satu di sebelah Timur dan satunya lagi di sebelah Barat. Kedua benteng itu berupa gundukan tanah yang berbentuk melingkar dengan ketinggian gundukan 2-3,5 meter dan di bagian luarnya terdapat parit sedalam 3-5 meter. Benteng sebelah Timur memiliki panjang sekitar 1.200 meter, sedangkan benteng sebelah Barat hanya 300 meter. Pada beberapa bagian terdapat jalan yang menghubungkan bagian dalam dan bagian luar benteng. Konon kedua benteng ini digunakan sebagai pelindung dari musuh dan hewan buas.
Di areal Taman Purbakala Pugung Raharjo juga terdapat 13 buah punden berundak, dalam ukuran besar dan dalam ukuran kecil. Awalnya punden berundak ini terlihat seperti gundukan tanah yang tertutupi ilalang, namun setelah dibersihkan ternyata berupa teras yang bertingkat. Punden berundak tersebut ada yang memiliki dua dan tiga tingkat, konon itu sesuai dengan status sosial ketika itu. Batu mayat yang ditemukan di Taman Purbakala Pugung Raharjo memiliki ukuran panjang 205 cm dan garis tengah 40 cm. Batu mayat itu tertanam di tengah-tengah batu lain yang melingkarinya dalam bentuk segi empat. Batu-batu yang melingkari itu antara lain batu altar, menhir-menhir kecil, dan baru berbentuk lempengan bergores seperti huruf “T” pada kedua sisinya.

Anda juga bisa menemukan batu berlubang yang jumlah dan letak lubangnya tidak beraturan. Batu berlubang yang terletak di dekat mata air itu terbuat dari batu kali berwarna hitam keabu-abuan. Pada bagian permukaan terdapat 4 buah lubang yang cukup luas. Jumlah keseluruhan batu berlubang itu adalah 19 buah. Selain batu berlubang, di Taman Purbakala Pugung Raharjo Anda juga bisa menemukan lumpang batu. Batu dengan satu lubang ini memiliki dua tipe, satu batu tak berbentuk seperti yang terdapat di pinggir kali sebelah kolam dan satunya lagi batu yang dibentuk persegi panjang. Ada juga empat batu bergores yang diduga digunakan sebagai alat untuk mengasah senjata
Taman Purbakala Pugung Raharjo terletak di daerah datar berketinggian 80 meter dan dikelilingi oleh tanggul bekas peninggalan perang zaman dahulu. Selain itu, rimbunnya pohon-pohon membuat suasana di sekitar taman purbakala ini semakin nyaman. Anda bisa berkeliling dengan berjalan kaki melalui jalan setapak yang akan mengantarkan Anda melihat berbagai situs prasejarah ini. Selain itu, Anda dapat menikmati air kolam yang sejuk dari sumber mata air di sebelah timur Taman Purbakala Pugung Raharjo. Konon bila Anda mandi di kolam itu, Anda akan awet muda.
Pada tahun 1957, Taman Purbakala Pugung Raharjo pertama kali ditemukan oleh penduduk secara tidak sengaja. Dahulu, kawasan situs arkeologi Taman Purbakala Pugung Raharjo belum dihuni penduduk. Awalnya penduduk menganggap kawasan hutan itu angker. Hingga akhirnya pada tahun 1954, para transmigran membuka Hutan Pugung untuk dijadikan pemukiman penduduk. Ketika itu, para transmigran menemukan susunan batu besar, gundukan tanah berbentuk persegi, dan arca batu Putri Badhariah. Penemuan situs bersejarah itu kemudian dilaporkan ke Dinas Purbakala Jakarta. Pada tahun 1968 dilakukan penelitian awal yang menyimpulkan bahwa Taman Purbakala Pugung Raharjo merupakan peninggalan zaman megalitik-klasik.
Taman Purbakala Pugung Raharjo menjadi cukup unik karena situs arkeologi semcam ini jarang ditemukan di tempat lain. Di Taman Purbakala Pugung Raharjo, Anda dapat menemukan alat-alat yang digunakan oleh manusia purbakala berupa batu-batu besar. Anda bisa melihat batu tegak atau Menhir, meja batu atau Dolmen, dan kubur batu yang dulunya digunakan oleh manusia purbakala sebagai tempat pemujaan, tempat musyawarah, dan tempat penguburan. Selain itu, benda-benda peninggalan kebudayaan Budha dan Hindu dapat ditemukan di Taman Purbakala Pugung Raharjo, antara lain keramik yang berasal dari Dinasti Han, Sung, dan Ming serta sebuah arca Polynesia yang diperkirakan berasal dari abad ke-6 sampai abad ke-15.
Di Taman Purbakala Pugung Raharjo terdapat dua benteng, satu di sebelah Timur dan satunya lagi di sebelah Barat. Kedua benteng itu berupa gundukan tanah yang berbentuk melingkar dengan ketinggian gundukan 2-3,5 meter dan di bagian luarnya terdapat parit sedalam 3-5 meter. Benteng sebelah Timur memiliki panjang sekitar 1.200 meter, sedangkan benteng sebelah Barat hanya 300 meter. Pada beberapa bagian terdapat jalan yang menghubungkan bagian dalam dan bagian luar benteng. Konon kedua benteng ini digunakan sebagai pelindung dari musuh dan hewan buas.
Di areal Taman Purbakala Pugung Raharjo juga terdapat 13 buah punden berundak, dalam ukuran besar dan dalam ukuran kecil. Awalnya punden berundak ini terlihat seperti gundukan tanah yang tertutupi ilalang, namun setelah dibersihkan ternyata berupa teras yang bertingkat. Punden berundak tersebut ada yang memiliki dua dan tiga tingkat, konon itu sesuai dengan status sosial ketika itu. Batu mayat yang ditemukan di Taman Purbakala Pugung Raharjo memiliki ukuran panjang 205 cm dan garis tengah 40 cm. Batu mayat itu tertanam di tengah-tengah batu lain yang melingkarinya dalam bentuk segi empat. Batu-batu yang melingkari itu antara lain batu altar, menhir-menhir kecil, dan baru berbentuk lempengan bergores seperti huruf “T” pada kedua sisinya.
Anda juga bisa menemukan batu berlubang yang jumlah dan letak lubangnya tidak beraturan. Batu berlubang yang terletak di dekat mata air itu terbuat dari batu kali berwarna hitam keabu-abuan. Pada bagian permukaan terdapat 4 buah lubang yang cukup luas. Jumlah keseluruhan batu berlubang itu adalah 19 buah. Selain batu berlubang, di Taman Purbakala Pugung Raharjo Anda juga bisa menemukan lumpang batu. Batu dengan satu lubang ini memiliki dua tipe, satu batu tak berbentuk seperti yang terdapat di pinggir kali sebelah kolam dan satunya lagi batu yang dibentuk persegi panjang. Ada juga empat batu bergores yang diduga digunakan sebagai alat untuk mengasah senjata
taman pugung raharjo
Taman Purbakala Pugung Raharjo merupakan peninggalan sejarah yang terletak di Desa Pugung Raharjo, Kecamatan Sekampung Udik, Lampung Timur. Situs arkeologi seluas 30 hektar ini merupakan peninggalan zaman Hindu dan Budha. Di taman purbakala ini, terdapat Punden Berundak, Arca, Prasasti, Batu Mayat atau Batu Kandang, Altar Batu, Batu Berlubang, Benteng Parit Primitif sepanjang 1,2 kilometer, dan Dolmen. Selain itu, beberapa keramik peninggalan dinasti Han, Sung, dan Ming masih bisa ditemukan di taman purbakala ini. Untuk mencapai Taman Purbakala Pugung Raharjo, Anda harus menempuh perjalanan 52 kilometer ke arah Timur dari Kota Bandar Lampung. Selama perjalanan, Anda bisa menikmati pemandangan perkebunan karet yang sangat luas.
Taman Purbakala Pugung Raharjo terletak di daerah datar berketinggian 80 meter dan dikelilingi oleh tanggul bekas peninggalan perang zaman dahulu. Selain itu, rimbunnya pohon-pohon membuat suasana di sekitar taman purbakala ini semakin nyaman. Anda bisa berkeliling dengan berjalan kaki melalui jalan setapak yang akan mengantarkan Anda melihat berbagai situs prasejarah ini. Selain itu, Anda dapat menikmati air kolam yang sejuk dari sumber mata air di sebelah timur Taman Purbakala Pugung Raharjo. Konon bila Anda mandi di kolam itu, Anda akan awet muda.

Pada tahun 1957, Taman Purbakala Pugung Raharjo pertama kali ditemukan oleh penduduk secara tidak sengaja. Dahulu, kawasan situs arkeologi Taman Purbakala Pugung Raharjo belum dihuni penduduk. Awalnya penduduk menganggap kawasan hutan itu angker. Hingga akhirnya pada tahun 1954, para transmigran membuka Hutan Pugung untuk dijadikan pemukiman penduduk. Ketika itu, para transmigran menemukan susunan batu besar, gundukan tanah berbentuk persegi, dan arca batu Putri Badhariah. Penemuan situs bersejarah itu kemudian dilaporkan ke Dinas Purbakala Jakarta. Pada tahun 1968 dilakukan penelitian awal yang menyimpulkan bahwa Taman Purbakala Pugung Raharjo merupakan peninggalan zaman megalitik-klasik.
Taman Purbakala Pugung Raharjo menjadi cukup unik karena situs arkeologi semcam ini jarang ditemukan di tempat lain. Di Taman Purbakala Pugung Raharjo, Anda dapat menemukan alat-alat yang digunakan oleh manusia purbakala berupa batu-batu besar. Anda bisa melihat batu tegak atau Menhir, meja batu atau Dolmen, dan kubur batu yang dulunya digunakan oleh manusia purbakala sebagai tempat pemujaan, tempat musyawarah, dan tempat penguburan. Selain itu, benda-benda peninggalan kebudayaan Budha dan Hindu dapat ditemukan di Taman Purbakala Pugung Raharjo, antara lain keramik yang berasal dari Dinasti Han, Sung, dan Ming serta sebuah arca Polynesia yang diperkirakan berasal dari abad ke-6 sampai abad ke-15.
Di Taman Purbakala Pugung Raharjo terdapat dua benteng, satu di sebelah Timur dan satunya lagi di sebelah Barat. Kedua benteng itu berupa gundukan tanah yang berbentuk melingkar dengan ketinggian gundukan 2-3,5 meter dan di bagian luarnya terdapat parit sedalam 3-5 meter. Benteng sebelah Timur memiliki panjang sekitar 1.200 meter, sedangkan benteng sebelah Barat hanya 300 meter. Pada beberapa bagian terdapat jalan yang menghubungkan bagian dalam dan bagian luar benteng. Konon kedua benteng ini digunakan sebagai pelindung dari musuh dan hewan buas.
Di areal Taman Purbakala Pugung Raharjo juga terdapat 13 buah punden berundak, dalam ukuran besar dan dalam ukuran kecil. Awalnya punden berundak ini terlihat seperti gundukan tanah yang tertutupi ilalang, namun setelah dibersihkan ternyata berupa teras yang bertingkat. Punden berundak tersebut ada yang memiliki dua dan tiga tingkat, konon itu sesuai dengan status sosial ketika itu. Batu mayat yang ditemukan di Taman Purbakala Pugung Raharjo memiliki ukuran panjang 205 cm dan garis tengah 40 cm. Batu mayat itu tertanam di tengah-tengah batu lain yang melingkarinya dalam bentuk segi empat. Batu-batu yang melingkari itu antara lain batu altar, menhir-menhir kecil, dan baru berbentuk lempengan bergores seperti huruf “T” pada kedua sisinya.

Anda juga bisa menemukan batu berlubang yang jumlah dan letak lubangnya tidak beraturan. Batu berlubang yang terletak di dekat mata air itu terbuat dari batu kali berwarna hitam keabu-abuan. Pada bagian permukaan terdapat 4 buah lubang yang cukup luas. Jumlah keseluruhan batu berlubang itu adalah 19 buah. Selain batu berlubang, di Taman Purbakala Pugung Raharjo Anda juga bisa menemukan lumpang batu. Batu dengan satu lubang ini memiliki dua tipe, satu batu tak berbentuk seperti yang terdapat di pinggir kali sebelah kolam dan satunya lagi batu yang dibentuk persegi panjang. Ada juga empat batu bergores yang diduga digunakan sebagai alat untuk mengasah senjata
Taman Purbakala Pugung Raharjo terletak di daerah datar berketinggian 80 meter dan dikelilingi oleh tanggul bekas peninggalan perang zaman dahulu. Selain itu, rimbunnya pohon-pohon membuat suasana di sekitar taman purbakala ini semakin nyaman. Anda bisa berkeliling dengan berjalan kaki melalui jalan setapak yang akan mengantarkan Anda melihat berbagai situs prasejarah ini. Selain itu, Anda dapat menikmati air kolam yang sejuk dari sumber mata air di sebelah timur Taman Purbakala Pugung Raharjo. Konon bila Anda mandi di kolam itu, Anda akan awet muda.
Pada tahun 1957, Taman Purbakala Pugung Raharjo pertama kali ditemukan oleh penduduk secara tidak sengaja. Dahulu, kawasan situs arkeologi Taman Purbakala Pugung Raharjo belum dihuni penduduk. Awalnya penduduk menganggap kawasan hutan itu angker. Hingga akhirnya pada tahun 1954, para transmigran membuka Hutan Pugung untuk dijadikan pemukiman penduduk. Ketika itu, para transmigran menemukan susunan batu besar, gundukan tanah berbentuk persegi, dan arca batu Putri Badhariah. Penemuan situs bersejarah itu kemudian dilaporkan ke Dinas Purbakala Jakarta. Pada tahun 1968 dilakukan penelitian awal yang menyimpulkan bahwa Taman Purbakala Pugung Raharjo merupakan peninggalan zaman megalitik-klasik.
Taman Purbakala Pugung Raharjo menjadi cukup unik karena situs arkeologi semcam ini jarang ditemukan di tempat lain. Di Taman Purbakala Pugung Raharjo, Anda dapat menemukan alat-alat yang digunakan oleh manusia purbakala berupa batu-batu besar. Anda bisa melihat batu tegak atau Menhir, meja batu atau Dolmen, dan kubur batu yang dulunya digunakan oleh manusia purbakala sebagai tempat pemujaan, tempat musyawarah, dan tempat penguburan. Selain itu, benda-benda peninggalan kebudayaan Budha dan Hindu dapat ditemukan di Taman Purbakala Pugung Raharjo, antara lain keramik yang berasal dari Dinasti Han, Sung, dan Ming serta sebuah arca Polynesia yang diperkirakan berasal dari abad ke-6 sampai abad ke-15.
Di Taman Purbakala Pugung Raharjo terdapat dua benteng, satu di sebelah Timur dan satunya lagi di sebelah Barat. Kedua benteng itu berupa gundukan tanah yang berbentuk melingkar dengan ketinggian gundukan 2-3,5 meter dan di bagian luarnya terdapat parit sedalam 3-5 meter. Benteng sebelah Timur memiliki panjang sekitar 1.200 meter, sedangkan benteng sebelah Barat hanya 300 meter. Pada beberapa bagian terdapat jalan yang menghubungkan bagian dalam dan bagian luar benteng. Konon kedua benteng ini digunakan sebagai pelindung dari musuh dan hewan buas.
Di areal Taman Purbakala Pugung Raharjo juga terdapat 13 buah punden berundak, dalam ukuran besar dan dalam ukuran kecil. Awalnya punden berundak ini terlihat seperti gundukan tanah yang tertutupi ilalang, namun setelah dibersihkan ternyata berupa teras yang bertingkat. Punden berundak tersebut ada yang memiliki dua dan tiga tingkat, konon itu sesuai dengan status sosial ketika itu. Batu mayat yang ditemukan di Taman Purbakala Pugung Raharjo memiliki ukuran panjang 205 cm dan garis tengah 40 cm. Batu mayat itu tertanam di tengah-tengah batu lain yang melingkarinya dalam bentuk segi empat. Batu-batu yang melingkari itu antara lain batu altar, menhir-menhir kecil, dan baru berbentuk lempengan bergores seperti huruf “T” pada kedua sisinya.
Anda juga bisa menemukan batu berlubang yang jumlah dan letak lubangnya tidak beraturan. Batu berlubang yang terletak di dekat mata air itu terbuat dari batu kali berwarna hitam keabu-abuan. Pada bagian permukaan terdapat 4 buah lubang yang cukup luas. Jumlah keseluruhan batu berlubang itu adalah 19 buah. Selain batu berlubang, di Taman Purbakala Pugung Raharjo Anda juga bisa menemukan lumpang batu. Batu dengan satu lubang ini memiliki dua tipe, satu batu tak berbentuk seperti yang terdapat di pinggir kali sebelah kolam dan satunya lagi batu yang dibentuk persegi panjang. Ada juga empat batu bergores yang diduga digunakan sebagai alat untuk mengasah senjata




21.04
virizblogg