Jumat, 28 Oktober 2011

pariwisata lampung barat

ampung Barat , The Origin of Lampung
Secara geografis Kabupaten Lampung Barat terletak pada koordinat 4º47’16” – 5º56’42” Lintang Selatan dan 103º35’08” – 104º33’51” Bujur Timur, memiliki Batas Wilayah :
Batas Utara : Provinsi Bengkulu
Batas Selatan : Samudra Hindia
Batas Barat : Samudra Hindia
Batas Timur : Lampung Utara, Lampung Tengah
Luas Wilayah Lampung Barat 4.950 km persegi atau 13,99 % dari luas wilayah Provinsi Lampung, 57 % dari luas wilayah tersebut berupa hutan kawasan dan 43 % sisanya merupakan lahan yang dapat dihuni yang terbagi dalam 14 kecamatan dan 172 pekon.
Penduduk Lampung Barat berjumlah 365.999jiwa, sebagian besar (71,55 %) hidup dan tinggal di pedesaan. Pada umumnya mereka mengandalkan pertanian dan sebagai mata pencahariannya.
Pesona Wisata Lampung Barat
Dengan dikelilingi pegunungan Bukit Barisan Selatan, Kabupaten Lampung Barat menawarkan cuaca dan udara yang sejuk. Didukung juga kekayaan ekosistem lembah dan pantai serta kehidupan kemasyarakatannya, Lampung Barat memberi banyak pilihan pada pengunjung untuk menikmati perjalanan.Keragaman objek dan daya tarik wisata yang didominasi alam, diperkaya dengan khasanah seni budaya dan kehidupan kemasyarakatan, menjanjikan beragam kombinasi paket atraksi wisata untuk dieksplorasi. Atraksi utama yang siap dijelajahi adalah :
  1. Wisata Budaya dan Sejarah
Adat Budaya Lampung Barat sangatlah khas, mengingat Lampung Barat merupakan asal usul Lampung atau dikenal dengan The Origin of Lampung.
Di Lampung Barat terdapat Upacara Adat yang sampai saat ini masih dilakukan oleh masyarakat Lampung Barat. Upacara Adat tersebut dilakukan pada saat Menyambut Tamu Agung, Pengangkatan Raja, Pernikahan. Upacara Adat yang dilakukan diantaranya seperti Nyambai Agung, Alam Gemisikh, Upacara adat Pernikahan dan Upacara Pengangkatan Raja.
Ø Situs Purbakala
Peninggalan kuno yang terletak di pekon Purawiwitan, 60 km dari Liwa ini berupa komplek Batu Menhir yang tersusun rapi di duga merupakan empat pertemuan & pemujaan leluhur pada jaman purbakala.
Selain itu juga terdapat situs prasejarah Batu Brak, situs prasejarah Batu Jagur, situs Batu Temang Purajaya, ada juga Air Terjun Kubu Batu, Air Terjun Umbul Batu, Air Terjun Sepapa Kanan, Air Terjun Sepapa Kiri.
Ø Makam Gajah Mada
Makam yang terletak di Pugung Tampak dipercaya merupakan Makam Maha Patih Kerajaan Majapahit yang terkenal yaitu Patih Gajah Mada. Konon dahulu kala Kapal yang ditumpangi Patih Gajah Mada tenggelam di perairan Pugung, setelah tiba di Pugung Patih Gajah Mada jatuh sakit hingga akhirnya meninggal dan dimakamkan di Pekon Pugung.
Ø Rumah Tradisioanal di Kenali
rumah-adat-lampung-barat
Di desa Sukadana Kenali terdapat Rumah Tradisional asli Lampung Barat yang sampai saat ini masih terjaga.
Ø Event Budaya
Seperti Pesta Sekura yang diadakan setiap hari Lebaran dan Festival Teluk Stabas yang di adakan setiap bulan July, kegiatan pada Festival Teluk Stabas meliputi : Arung Jeram, Jelajah Alam, Kebut Wisata Liwa, Layang-layang, Atraksi Damar, Volley Pantai, Kebut Gunung Pesagi, Pacu Kambing, Muayak, Lomba tari Kreasi, Lomba Lagu Daerah, Lomba Muli-Mekhanai.
Ø Desa Wisata Hujung
Suasan alam pedesaan yang begitu menyatu dengan alam, kta dapat tinggal di rumah – rumah adapt yang berciri khas Lampung Barat dengan konsep Homestay, sehingga kita dapat merasakan keseharian masyarakat pedesaan yang jauh dari hiruk pikuk daerah perkotaan. Konsep ini juga memungkinkan kita untuk terjun langsung melakuka n aktifitas mereka misalnya bercocok tanam di sawah, mandi di sungai dll.
  1. Wisata Alam
Dengan dikelilingi oleh Bukit Barisan Selatan dan Gunung Pesagi , Lampung Barat menawarkan cuaca dan udara yang sejuk serta memiliki pesona Alam yang menakjubkan.
Ø Gunung Pesagi
559dd3a6e1bfe9fb184b147bb31314a3indonesia
Gunung Pesagi merupakan gunung tertinggi di Lampung dengan ketinggian 2000 m dpl.
Dibalik pesonanya yang begitu eksotik , gunung ini menyimpan berjuta tantangan bagi para pendaki. Setiap tahunnya gunung ini banyak dikunjungi para pendaki baik dari sekitar Provinsi Lampung maupun dari Pulau Jawa , Apalagi setiap tahunnya Pemda Kabupaten Lampung Barat mengadakan event Kebut Gunung Pesagi.
Ø Danau Ranau, Lumbok
dana-ranau-5
Danau Ranau adalah salah satu danau yang cukup terkenal di Lampung. Saat ini Danau Ranau terbagi menjadi dua bagian yaitu Palembang dan Lampung Barat, Danau Ranau bagian Lampung Barat terletak di pekon Lombok Lampung Barat , 24 km dari Liwa, Danau ini di kelilingi bukit bukit dan Gunung Seminung.
ranau_blog
Disini telah di bangun Fasilitas Hotel, Ruang Rapat, Ruang Santai serta Cottage – cottage yang berciri khas Rumah adat yang tersebar di di tepi danau.
pemandian-air-panas
Untuk Rekreasi disediakan Perahu Motor dan Perahu dayung (jukung), selain itu disana kita juga dapat menikmati pemandian air panas alami dari mata air di kaki Gunung Seminung.
Ø Arung Jeram Way Besai
besau
Dikenal memiliki Jeram Kelas II, sehingga rowrowyour-boat1tidak heran jika setiap tahunnya banyak orang berkunjung kesini untuk melakukan kegiatan Arung Jeram, dan pengunjungnya tidak hanya yang berasal dari Lampung tapi juga banyak yang datang dari luar Lampung seperti Jawa dll.
Ø Air Terjun Purajaya
Air terjun dengan ketinggian 20 m ini terletak di Pekon Purajaya, 60 km dari Liwa. Ciri khas air terjun ini adalah air yang jatuh bertingkat tiga. Panorama alam menuju lokasi sangat mempesona, dengan hamparan areal pesawahan yang yang menghijau dengan diselingi tambak.
Ø Panas Bumi Suoh
Terdapat Sumber Panas Bumi di Kecamatan suoh
  1. Wisata Bahari
    1. Sunset Labuhan Jukung
jukung
sunset-labuhan-jukung
Selain keindahan dan kebersian Pantainya, di Labuhan Jukung kita juga dapat menikmati suasana dikala mata hari terbenam ( Sunset ) yang tak kalah indah dengan Pantai Kuta Bali.
Ø Surfing di Pantai Tanjung Setia
sumatrasurfimage13
Obyek wisata yang satu ini adalah obyek wisata yang paling terkenal sampai ke luar negri.
Dengan ketinggian ombak 5 m dan panjang gelombang 200 m, Tanjung Setia menjadi salah satu Pantai dengan ombak tertinggi di dunia, setiap tahunnya tidak kurang dari 100.000 wisatawan asing yang berasal dari Australia, Portugal, Belanda, Jepang dan Amerika berkunjung ke pantai ini untuk melakukan aktifitas Surfing.
Ø Fishing Blue Merlin
inf-blue-merlin
Merupakan suatu aktifitas Pemancingan Internasional ikan Blue Merlin, tidak sedikit wisatawan mancanegara yang melakukan aktifitas pemancingan Blue Merlin di sini.
Blue Merlin adalah ikan yang habitatnya hanya di Perairan Pesisir. Dengan telah di bangunnya Dermaga Tembakak, kita dapat melakukan aktifitas pemancingan Ikan Blue Merlin mulai dari Lemong hingga Bengkunat
  1. Wisata Hutan ( Wana Wisata)
Ø Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS)
Taman Nasional Bukit Barisan Selatan
Taman Nasional Bukit Barisan Selatan TNBBS Kruimerupakan salah satu warisan dunia di bidang hutan khususnya Hutan Tropis, dengan segenap keanekaragaman hayati serta Air Terjun Kubu Perahu.
  1. Wisata Agro
Ø Perkebunan Kopi Robusta
foto-kopi-liwa4
Perkebunan sepanjang Way Tenong, Sumber Jaya dan Sekincau sebagai sentra-sentra penghasil sayur mayur, buah-buahan dan komoditas hortikultura.

museum lampung faforit wisata lampung

useum Lampung (1)

Ribut-ribut membicarakan harta karun, pasti terlintas satu tempat yang tidak asing bagi kita, yaitu “museum”-suatu tempat penyimpanan benda-benda bersejarah yang menjadi tanda pernah terjadi satu kehidupan sejarah di masa lampau, yang terbaca melalui benda-benda yang ditinggalkan. Sederhananya, kita bisa saja membayangkan kalau kita sudah meninggal dunia dan benda-benda yang kita miliki terkubur dalam tanah, lalu ditemukan oleh orang-orang yang hidup pada 200 tahun ke depan, bukankah benda-benda kita itu akan menjadi benda bersejarah?

Khusus bicara mengenai koleksi benda-benda antik, sebenarnya ini sudah menjadi naluri manusia untuk menyimpan dan mengabadikan sesuatu dalam bentuk ‘benda kenangan’ atau ‘foto kenangan’. Tujuannya satu untuk mengakui eksistensi/keberadaan diri kita pada suatu masa. Ssstt … aku aja masih menyimpan mainan tea set porcelain yang berukuran mini yang dibeli mama saat saya berumur 7 tahun. Masih tersimpan rapih di lemari kaca rumahku.
Kembali ke museum, sebulan yang lalu, saya sempat berkunjung ke Museum Lampung, yang menyimpan banyak benda-benda bersejarah dari yang berbentuk arca, naskah kuno di atas daun lontar, pakaian adat yang berusia puluhan tahun, keramik, hingga yang berupa kristal dan perhiasan peninggalan nenek moyang. Tiket masuknya menurutku cukup murah hanya Rp2500,00. Dengan retribusi masuk yang murah ini tentu, jangan berharap lebih terhadap apa yang ditampilkan.
Bangunan Museum Lampung ini cukup besar, ada replika rumah adat Lampung yang dipasang di halaman luar museum. Bangunan ini terdiri dari dua lantai. Lantai pertama berisi foto-foto dan diorama perkembangan Propinsi Lampung dari waktu ke waktu termasuk foto dari para mantan gubernur sampai gubernur yang masih aktif menjabat di propinsi ini, selain itu ditemui berbagai arca peninggalan orang-orang kuno dan sisa-sisa kerajaan jaman dahulu kala yang ada di Lampung. Ada contoh baju besi yang dipakai oleh pengawal kerajaan jaman dahulu, aneka rupa keramik dan tempayan, termasuk juga uang benggol (uang logam yang bolong tengahnya).

taman nasional waykambas parisata kebanggan lampung

Way Kambas National Park

From Wikipedia, the free encyclopedia
Jump to: navigation, search
Way Kambas National Park
IUCN Category II (National Park)
Sumatran Rhinoceros Way Kambas 2008.jpg
Sumatran Rhino in the Way Kambas Sanctuary
Map showing the location of Way Kambas National Park
Map showing the location of Way Kambas National Park
Way Kambas NP
Location in Sumatra
LocationWay Kanan Regency, Lampung, Sumatra, Indonesia
Nearest cityBandar Lampung
Coordinates4°55′S 105°45′E / 4.917°S 105.75°E / -4.917; 105.75Coordinates: 4°55′S 105°45′E / 4.917°S 105.75°E / -4.917; 105.75
Area1,300 km²[1]
Established1989[1]
Visitors2,553   (in 2007[2])
Governing bodyMinistry of Forestry
Way Kambas National Park is a national park covering 1,300 square kilometres in Lampung province, southern Sumatra, Indonesia.
It consists of swamp forest and lowland rain forest, mostly of secondary growth as result of extensive logging in the 1960s and 1970s.[3] Despite decreasing populations, the park still has a few critically endangered Sumatran Tigers, Sumatran Elephants and Sumatran Rhinoceroses. It also provides excellent birdwatching,[4] with the rare White-winged Wood Duck among the over 400 species present in the park.
Threats to the park are posed by poaching and habitat loss due to illegal logging. Conservation efforts include patrolling and the establishment of the Sumatran Rhino Sanctuary and the Elephant Conservation Centre.

Contents

[edit] Flora and fauna

Plant species include Avicennia marina, Sonneratia species, Nypa fruticans, Melaleuca leucadendra, Syzygium polyanthum, Pandanus species, Schima wallichii, Shorea species, Dipterocarpus gracilis, and Gonystylus bancanus.[5] The sandy shores of the park are dominated by Casuarina equisetifolia.[3]
The park has 50 species of mammal many of them critically endangered. There are about 20 Sumatran Rhinoceros in the area,[6] down from around 40 in the 1990s.[7] The number of Sumatran Elephants in the park was estimated to 180 in 2005.[8] The population of Sumatran tigers has declined from 36-40 in 2000 to less than 30.[9] Other mammals in the park are the Malayan tapir, Dhole (Cuon alpinus sumatrensis) and Siamang (Hylobates syndactylus syndactylus).[5]
About half of the bird species are inhabiting the coastal swamps, including mangroves, riverine forest, freshwater and peat swamp forest, and the marshes of the area. The park is one of the last strongholds of the White-winged Wood Duck, with a population between 24-38 birds left, the largest in Sumatra.[3] Among the other 405 species of bird recorded in the park, are the Storm's Stork, Woolly-necked Stork, Lesser Adjutant, Crested Fireback, Great Argus and Oriental Darter.[5]
Among the reptiles, the endangered False gharial crocodile is found in the coastal swamps.[3]

[edit] Threats and conservation

Way Kambas has been established as game reserve by the Dutch administration in 1937, but only in 1989 has been declared a National Park.[3]
Significant encroachment has occurred along the southern boundary of the park by villagers claiming traditional land rights. Roads and trails into the park are starting points for illegal logging that penetrates into the interior of the park.[7] This resulted in the forest coverage declining to 60% of the park. In 2009-10 an area of 6,000 hectares which was occupied by squatters for decades has been evicted.[10]
Wells left behind by relocated communities in 1984, have proven to be deadly traps for the animals, including baby elephants, rhinos and tigers. In a conservation effort between 2008 and 2010 around 2,000 wells have been closed.[11]
Poaching has been a significant threat,[6] often involving soldiers and in a 2002 case even high-ranked military.[6] In recent years poaching is reported to be more under control, with no cases of rhinoceros poaching,[6] and no cases of tiger poaching reported between 2004 and 2011.[9]
In early 2011 the Ministry of Forestry announced the allocation of funds to establish a rare flora and fauna rehabilitation centre in the park.[10]

[edit] Sumatran Rhino Sanctuary

A managed breeding centre named Sumatran Rhino Sanctuary (SRS) of 250 acres (100 ha) was built up in 1995.[7] The goal of the sanctuary is to maintain a small number of rhinos for research, "insurance", awareness-building, and the long-term goal of developing a breeding program, to help ensure the survival of the species in the wild.[12] Currently five Sumatran Rhinos live at the Sanctuary, most have been translocated from zoos to the large enclosures with natural habitat at the SRS. Since 1997, Rhino Protection Units have been established. These are trained anti-poaching teams of 4-6 people that patrol a minimum of 15 days per month the key areas of the park to deactivate traps and identify illegal intruders.[7]

[edit] Elephant–human conflict

Elephants in the Way Kambas Conservation Centre
A significant source of conflict between the park and surrounding communities is posed by crop raiding wild elephants. In a study conducted in the 1990s, it was recorded that wild elephants damaged over 45 hectares of corn, rice, cassava, beans and other crops, and around 900 coconut, banana and other trees in 18 villages around the park. Over a period of 12 years, elephants killed or injured 24 people near the park. Villagers attempt to reduce elephant damage by guarding fields, digging trenches between, and modifying their cropping patterns.[13] In 2010 it was reported that villagers used bonfires around their homes to scare away the elephants while forest rangers have been using tame elephants to help drive away wild herds.[14]

[edit] Elephant Conservation Centre

The Elephant Conservation Centre (ECC) has been established in the 1980s. The elephants in the centre have been domesticated and used for heavy work, ecotourism, patrol and breeding.[15]

[edit] References

pantai pasir putih lampung

Pantai Pasir Putih di Lampung

Sunset at Kalianda
Pantai Pasir Putih benar-benar sesuai dengan namanya. Pasir putih memesona ini menyegarkan mata dan menimbulkan hasrat kuat di dalam diri untuk mengelilinginya. Terletak sekitar 20 kilometer dari kota Bandar Lampung, tempat ini semakin dikenal masyarakat akhir-akhir ini.

Cara Mencapai Daerah Ini

Dengan menggunakan mobil yang melewati Jalan Trans Sumatera dari kota Lampung, Anda dapat mencapai daerah ini dalam waktu 30 menit. Anda juga dapat menggunakan angkutan umum dari Lampung yang langsung menuju Pantai Pasir Putih.
Tempat Menginap
Anda dapat menginap di penginapan dan hotel di wilayah Bandar Lampung. Apabila Anda ingin menginap di tengah-tengah pulau yang hening, Anda dapat menginap di penginapan yang terletak di Pulau Condong. Sederhana namun nyaman. Sebuah villa yang mewah juga tersedia di Pulau Bule, tempat sesuai untuk melepas penat. Di sepanjang perjalanan menuju Pantai Pasir Putih juga tersedia banyak penginapan.
Berkeliling
Anda dapat mengelilingi pantai indah ini dengan berjalan kaki. Dengan menggunakan perahu motor, Anda juga dapat mengunjungi Pulau Condong dan Pulau Bule.

Tempat Bersantap
Anda dapat membeli makanan di hotel atau penginapan. Anda juga dapat membawa makanan Anda sendiri.

Shells at Kalianda beach, Lampung

Anda dapat membeli oleh-oleh di sekitar pantai ini atau di kota Bandar Lampung.

Yang Dapat Anda Lihat Atau Lakukan
Anda dapat naik perahu motor untuk mengelilingi pantai ini juga untuk mengunjungi Pulau Condong dan Pulau Bule. Pulau Bule memiliki keanekaragaman ikan, terumbu karang, dan biota laut yang akan membuat Anda kagum. Dengan menyewa perahu, Anda juga dapat menikmati pemandangan di bawah laut menggunakan kotak kayu yang satu sisinya berupa kaca bening. Dengan meletakkan kotak ini di air laut, dengan bagian kaca di bawah, Anda dapat memerhatikan kehidupan di bawah sana.
Anda juga dapat berpiknik di pantai ini.

Jumat, 21 Oktober 2011

wisata alam lampung

Wisata Alam Lampung

pantaibadarlampung.jpgSETELAH kawasan Puncak di perbatasan Kabupaten Bogor dan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, serta Pantai Anyer di pesisir barat Provinsi Banten, kini Kota Bandar Lampung menjadi obyek wisata pilihan bagi banyak warga Jakarta. Setiap akhir pekan, ratusan mobil bernomor polisi Jakarta menyeberangi Selat Sunda menuju Bandar Lampung. Kamar-kamar hotel di kota itu pun setiap Sabtu-Minggu tidak tersisa lagi, bahkan harus dipesan minimal dua minggu sebelumnya. Bandar Lampung kotanya enak, di atas bukit dengan panorama laut. Kota ini pun tidak terlalu ramai. Dari Jakarta ke Tanjung Karang, banyak hal bisa dinikmati. Salah satunya adalah bersantai di atas kapal feri. Pantainya juga lumayan bagus dan bersih,” ungkap Hasan Said (38), salah seorang warga Jatinegara, Jakarta, ketika ditemui Kompas berakhir pekan di Bandar Lampung, belum lama ini.
Kompas/Rakaryan S
Hasan menambahkan, hampir setiap bulan dia datang untuk rekreasi ke Lampung. Bagi dia, kawasan Puncak dan Bandung sudah kurang menarik lagi karena sudah terlalu padat sehingga tidak nyaman untuk dipakai rekreasi. Sedangkan Anyer, dinilai hanya memiliki pantai sehingga kurang variatif.
“Di Lampung ini kalau ingin ke pantai, ya, kita bisa ke sana dengan biaya murah. Pantainya juga bermacam-macam, ada yang bisa untuk berenang, ada yang penuh tebing karang. Kalau mau yang unik dan nuansanya lain, ya, ke Way Kambas sana,” ungkap Ny Nurhasanah (40), warga Grogol, Jakarta, yang juga memilih Lampung sebagai tempat berwisata.
Orang-orang yang berpikir seperti Hasan dan Ny Nurhasanah jumlahnya tidak sedikit. Mereka itulah yang setiap akhir pekan memenuhi hotel-hotel di Bandar Lampung, yang menurut Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Lampung, Almatsir Pagaralam, jumlahnya 25 buah, terdiri dari tujuh hotel berbintang dengan total kamar 650 buah, dan 18 hotel melati dengan jumlah kamar 900 buah.
***
BANDAR Lampung memang tidak terlalu jauh dari Jakarta. Jika kita berangkat dari Jakarta pukul 07.00, pukul 14.00 sudah bisa sampai di Bandar Lampung. Bandingkan dengan perjalanan dari Jakarta ke Bandung pada saat akhir pekan, yang bisa menghabiskan waktu yang sama tetapi harus ditempuh dengan penuh perjuangan dan melelahkan karena teramat padatnya arus lalu lintas di beberapa ruas jalan.
Perjalanan ke Lampung tidak terasa melelahkan karena jalan-jalan raya yang harus dilalui tidak macet, dan bisa beristirahat sekitar dua setengah sampai tiga jam saat akan memasuki kapal feri, selama dalam pelayaran, sampai turun dari kapal. Setidaknya bagi mereka yang sudah bosan menikmati pelayaran, selama di kapal feri adalah waktu yang enak untuk dipakai beristirahat. Dengan demikian, Anda bisa langsung melakukan berbagai aktivitas begitu sampai di Bandar Lampung.
Sebagai ibu kota provinsi, Bandar Lampung pun adalah kota yang cukup lengkap. Berbagai jenis makanan tersedia di kota ini, bahkan makan lesehan ala Malioboro di Yogyakarta pun tersedia di sepanjang Jalan Kartini. Menunya, mulai dari ayam bakar, lele goreng sampai berbagai jenis seafood. Kalau Anda tiba-tiba kangen soto kudus, batagor atau mi tek-tek, di Bandar Lampung pun tersedia. Apalagi jenis-jenis makanan siap saji, baik waralaba dari luar negeri ataupun rumah makan Padang.
Hotel-hotel di Lampung pun tersedia mulai dari bintang tiga sampai kelas melati. Tarifnya mulai dari Rp 60.000 sampai satu Rp 1 juta per malam. Bahkan, di beberapa hotel, tersedia pula fasilitas hiburan seperti karaoke, restoran, dan musik hidup, atau meja biliar. Di luar hotel, di sekitar kawasan pantai atau daerah Teluk Betung, tempat hiburan seperti diskotek, restoran di pinggir pantai, juga tersedia. Tinggal pilih mana yang menjadi kesukaan Anda.
Namun, jika ditanyakan kepada para “tamu” dari Jakarta yang datang bersama keluarga ke Lampung, tempat favorit mereka pastilah kawasan Pantai Lampung yang airnya jernih, berpasir putih, namun juga harus lebih hati-hati karena di sana-sini juga terdapat karang. “Dibanding Ancol, pantai di sini jelas lebih bagus. Airnya masih bersih betul, mau mandi pun enak,” ungkap Ny Rini, salah seorang pelancong asal Jakarta yang tengah berekreasi di kawasan wisata Pasir Putih, sekitar 16 km dari pusat Kota Bandar Lampung.
Selain pantainya yang bersih, indah, dan murah, Way Kambas adalah tempat pilihan lainnya untuk mereka yang datang ke Lampung bersama keluarga. “Saya sudah lebih dari lima kali ke sini, tapi tidak pernah bosan. Anak-anak juga suka sekali naik gajah…,” papar Wahyu (33), wisatawan asal Tangerang.
Meski dibutuhkan waktu tak kurang dari tiga jam untuk sampai Way Kambas, para wisatawan menikmati perjalanan itu karena pemandangan areal persawahan dan kebun sepanjang perjalanan, menyejukkan mata. Di Way Kambas kita bisa menghabiskan waktu sepuas-puasnya. Bahkan, jika Anda
ingin masuk lebih dalam ke kawasan hutan Way Kambas, tur masuk hutan dengan menunggang gajah pun tersedia asalkan ada uang yang cukup untuk membiayainya.
***
SALAH satu daya tarik lain berwisata ke Lampung pastilah oleh-oleh yang bisa kita bawa dari Lampung. Berwisata ke suatu tempat, memang terasa kurang lengkap kalau tidak membawa oleh-oleh untuk dibawa pulang.
Dalam soal ini, Lampung menyediakan berbagai macam oleh-oleh untuk bisa Anda bawa. Jika Anda penggemar hiasan tradisional, atau penggemar kain tradisional, karya-karya hiasan dinding dan kain lengkap tapis sangat patut dijadikan oleh-oleh. Jikalau dana Anda sedang pas-pasan, keripik pisang Lampung atau kerupuk kemplang tentu pantas pula untuk Anda hadiahkan kepada rekan-rekan Anda.
Tidak sedikit juga wisatawan ke Lampung pulang dengan membawa berbagai hiasan dari kulit kerang atau karang laut. Kerajinan kerang dan karang laut itu memang bisa dijumpai dengan mudah di selatan Kota Bandar Lampung, di sepanjang kawasan wisata pantai mulai dari Pelabuhan Panjang sampai kawasan wisata Pasir Putih.
Lebih istimewa lagi bila Anda berwisata pada akhir tahun sampai awal tahun, sekitar awal November sampai Februari. Pada waktu itu, biasanya buah durian bertebaran di sepanjang jalan, dan dijual dengan harga yang terbilang murah karena memang sedang musimnya. Selain durian yang banyak tersedia pada musim-musim tertentu, buah sirsak, nangka, semangka, dan juga pisang biasanya bisa Anda temui hampir di setiap waktu. Oleh karena itu, sediakan tempat yang cukup luas di bagasi jika Anda berwisata ke Lampung.
Satu hal terpenting yang menjadikan iklim wisata ke Lampung sangat kondusif adalah sikap masyarakat Lampung yang sangat terbuka dan bisa menerima para tamu yang hendak berwisata ke daerahnya. Bahkan, warga Lampung pun gemar berwisata, sehingga daerah-daerah wisata juga dipenuhi warga Lampung dari berbagai Kabupaten. Wajarlah bila selain sebagai tempat wisata, Lampung pun banyak dipilih oleh sejumlah instansi sebagai tempat pertemuan, rapat kerja nasional, atau pelatihan outbond.
Meski demikian, berwisata ke Lampung memang harus dibekali kendaraan roda empat sendiri jika Anda ingin bebas ke sana-ke mari. Sebabnya, angkutan umum seringkali tidak tersedia untuk kita pergi ke sejumlah obyek wisata. Kalaupun ada, sangat merepotkan karena harus beberapa kali turun-naik, serta menunggu kendaraan datang. Kekurangan lainnya adalah kondisi infrastruktur jalan ke banyak obyek wisata masih sebatas aspal tipis dan batu-batu. Bahkan, kondisi Jalan Lintas Sumatera antara Bandar Lampung-Bakauheni pun kini di beberapa tempat penuh dengan gelombang dan lubang, sehingga membahayakan jika kita melaju kencang. Begitu juga informasi mengenai tempat-tempat wisata, tidak tersedia di hotel-hotel sehingga semakin lengkaplah ketidaksiapan pemerintah di Lampung untuk menjual daya tarik wisatanya kepada para pendatang.
Meskipun demikian, di Lampung Anda bisa berwisata dengan tenang karena keamanan mobil dan barang-barang bawaan Anda lumayan terjamin. Tidak banyak dilaporkan adanya kejadian pencurian di lokasi-lokasi wisata, meskipun begitu tidak berarti pencurian tidak pernah terjadi. Nah, tunggu apa lagi. Yuk, berwisata ke Lampung

potensi laut lampung barat


POTENSI
Kabupaten Lampung Barat terdiri dari 17 kecamatan dengan 195 pekon dan 6 kelurahan.
Potensi wisata bahari seperti wista pantai, pemancingan laut, selancar air dan snorkeling.
Sebagian besar wilayah Kabupaten Lampung Barat adalah kawasan hutan (57,154% dari luas Kabupaten Lampung Barat) sedangkan sisanya adalah kawasan yang dapat diusahakan menjadi kawasan budidaya pertanian, perikanan, perkebunan, dan juga pemukiman penduduk, sarana umum dan lainnya.
Usaha-usaha di areal hutan produksi terbatas dan dapat dikonversi berupa penebangan kayu, pengambilan getah damar, daun, akar dan kulit kayu, bambu, madu hutan hingga rotan. Salah satu produksi hasil hutan non kayu yang telah dikembangkan oleh masyarakat secra turun temurun adalah getah damar mata kucing. Damar mata kucing produksi Kabupaten Lampung Barat sudah terkenal kualitasnya dan merupakan komoditi andalan kabupaten ini. Sentra-sentra produksi damar mata kucing di kabupaten ini terdapat di Kecamatan Pesisir Utara, Pesisir Tengah dan Pesisir Selatan dengan rata-rata produksi 4.435,2 ton/tahun.
Pengembangan komoditi pertanian khususnya tanaman hortikultura di Lampung Barat sangat berpeluang. Beberapa komoditi unggulan Lampung Barat antara lain kentang, cabai, tomat, ubi jalar, dan jeruk.
Potensi untuk pengembangan sektor peternakan juga sangat menjanjikan. Didukung sumberdaya alam yang ada, ketersediaan pakan ternak, maupun kondisi ekologis Lampung Barat sangat cocok untuk usaha ternak berskala besar seperti pengembangan sapi potong, sapi perah, ayam buras maupun itik lokal. Kabupaten ini juga memiliki potensi perkebunan yang dapat dikembangkan, diantaranya kopi, kelapa dalam, lada, cengkeh, kakao dan kelapa sawit. Untuk hasil olahan komoditi perkebunan yang cukup berpotensi antara lain yaitu industri kopi bubuk.
Di sektor perikanan, ada potensi pengembangan perikanan budidaya laut, budidaya air payau dan perikanan budidaya air tawar. Potensi perikanan budidaya air laut disepanjang pesisir Pantai Barat Lampung cukup besar terutama untuk komoditi seperti rumput laut, kerapu, kakap dan baronang yang memiliki nilai jual tinggi. Peluang pengembangan budidaya air payau (tambak) didukung dengan ketersediaan lahan yang mencapai 6.500 ha, tersebar di Kecamatan Pesisir Utara dan Lemong (500 ha), Kecamatan Pesisir Tengah dan Karya Penggawa (1.500 ha) serta Kecamatan Pesisir Selatan dan Bengkunat seluas 4.500 ha). Untuk pengembangan budidaya air tawar di kabupaten ini juga sangat potensial. Terdapat kolam seluas 944 ha, mina padi 8.959 ha dan keramba/jaring apung 2.823 unit yang sampai saat ini tingkat pemanfaatannya masih reletif rendah. Jenis ikan yang dibudidayakan antara lain ikan mas, patin, gurame, nila dan lele. Tidak ketinggalan pula potensi perikanan laut dengan nilai proyeksi potensi maksimum lestari yang dimiliki mampu mencapai 17.000 ton/tahun.
Kabupaten Lampung Barat memiliki bahan tambang yang berpotensi untuk diusahakan antara lain; minyak bumi, emas, perak, tembaga, basalt, pasir tras, pasir besi, andesit, dan batu apung. Selain bahan tambang, Lampung Barat juga memiliki sumber daya alam berupa air yang dapat dimanfaatkan sebagai tenaga listrik. Telah dibangun PLTA Besai dengan kapasitas 2 X 45 MW yang mampu membangkitkan energi listrik sebesar 402 GWH pertahun.
Sentra wisata bahari terdapat di Kecamatan Pesisir Utara, Pesisir Tengah dan Pesisir Selatan. Objek wisata yang ada diantaranya Pantai Labuhan Jukung yang berlokasi di pekon Kampung Jawa Kecamatan Pesisir Selatan, Pantai Tanjung Setia yang menarik untuk dijadikan tempat wisata berenang, menyelam dan berselancar serta berperahu dan bersepeda sepanjang pantai. Selain pantai, kabupaten ini juga memiliki alam yang indah yang dapat dikembangkan lagi seperti wisata Buru yang merupakan gabungan dari wisata alam dan bahari dimana pengunjung dapat menikmati keindahan laut di Tanjung Belimbing dan berburu, Ada juga objek wisata Danau Ranau yang dapat dijadikan sebagai tempat wisata berenang dan memancing, Wisata Danau suoh yang terletak di Kecamatan Batu Brak, serta Gunung Pesagi.
Lampung Barat secara geografis dan geologis mempunyai peran yang sangat strategis, yaitu di samping merupakan pintu gerbang Sumatra Bagian Barat, juga mempunyai konfigurasi yang menarik dengan berbagai sumberdaya alam yang dimiliki.
Potensi sumber daya potensial yang ada di Lampung Barat, hampir seluruhnya belum dimanfaatkan secara berkelanjutan guna menunjang perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam mendukung pelaksanaan otonomi daerah.
Diharapkan, dengan adanya gambaran umum tentang potensi Lampung Barat ini dapat memberikan manfaat kepada khalayak umum, baik swasta nasional maupun asing yang berkepentingan untuk dapat mengelola dan memanfaatkannya guna ikut menunjang pembangunan daerah Lampung Barat.
Untuk mendukung percepatan arus masuk dalam bidang investasi,selain penyediaan sarana dan prasarana fisik, Pemerintah dan Masyarakat Lampung Barat juga memberikan dukungan berupa Kebijaksanaan Pemerintah dan dukungan positif masyarakat.
Beberapa kebijaksanaan yang ditempuh Pemeritah Daerah Kabupaten Lampung Barat antara lain meliputi :

1. Keamanan
Keamanan di Kabupaten Lampung Barat cukup aman, hal ini dapat dilihat dalam waktu beberapa tahun terakhir, tingkat kriminalitas relatif kecil jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya di Propinsi Lampung.
2. Insentif Pajak
Pemda Kabupaten Lampung Barat akan memberikan dispensasi kepada investor yang menanamkan modalnya di Daerah Kabupaten Lampung Barat berupa pembebasan kewajiban membayar pajak untuk jangka waktu beberapa tahun.
3. Tanggapan masyarakat
Tanggapan masyarakat Lampung Barat cukup mendukung bagi investor yang menanamkan modalnya di Lampung Barat, baik pada masyarakat pada umumnya maupun melalui Lembaga Legislatif (DPRD).
4. Infrastruktur
Pembangunan Infrsatruktur cukup mendukung, secara bertahap pemerintah daerah telah dan selalu melaksanakan pembangunan infrastruktur sampai ke pelosok-pelosok daerah. 

RUMPUT LAUT

Gulma laut

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Codium Fragile
Gulma laut atau rumput laut merupakan salah satu sumber daya hayati yang terdapat di wilayah pesisir dan laut. Istilah "rumput laut" adalah rancu secara botani karena dipakai untuk dua kelompok "tumbuhan" yang berbeda. Dalam bahasa Indonesia, istilah rumput laut dipakai untuk menyebut baik gulma laut dan lamun.
Yang dimaksud sebagai gulma laut adalah anggota dari kelompok vegetasi yang dikenal sebagai alga ("ganggang"). Sumber daya ini biasanya dapat ditemui di perairan yang berasosiasi dengan keberadaan ekosistem terumbu karang. Gulma laut alam biasanya dapat hidup di atas substrat pasir dan karang mati. Di beberapa daerah pantai di bagian selatan Jawa dan pantai barat Sumatera, gulma laut banyak ditemui hidup di atas karang-karang terjal yang melindungi pantai dari deburan ombak. Di pantai selatan Jawa Barat dan Banten misalnya, gulma laut dapat ditemui di sekitar pantai Santolo dan Sayang Heulang di Kabupaten Garut atau di daerah Ujung Kulon Kabupaten Pandeglang. Sementara di daerah pantai barat Sumatera, gulma laut dapat ditemui di pesisir barat Provinsi Lampung sampai pesisir Sumatera Utara dan Nanggroe Aceh Darussalam.
Selain hidup bebas di alam, beberapa jenis gulma laut juga banyak dibudidayakan oleh sebagian masyarakat pesisir Indonesia. Contoh jenis gulma laut yang banyak dibudidayakan di antaranya adalah Euchema cottonii dan Gracilaria spp. Beberapa daerah dan pulau di Indonesia yang masyarakat pesisirnya banyak melakukan usaha budidaya gulma laut ini di antaranya berada di wilayah pesisir Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Provinsi Kepulauan Riau, Pulau Lombok, Sulawesi, Maluku dan Papua.

[sunting] Rumput laut

Secara botani, yang dimaksud sebagai rumput laut adalah lamun, sekelompok tumbuhan sejati anggota kelompok monokotil yang telah beradaptasi dengan air laut, bahkan tergantung pada lingkungan ini. Lamun kurang berarti secara ekonomi bagi manusia, tetapi padang lamun menjadi tempat hidup yang disukai berbagai penghuni perairan laut dangkal di daerah tropika.

[sunting] Pranala luar

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes